Saturday, January 6, 2018

Video Porno Bocah SD dengan Wanita Dewasa: Inilah Dampak Menyeramkan Eksploitasi Seksual Dini


Baru-baru ini dunia maya digegerkan dengan beredarnya video bedurasi satu jam 11 menit 05 detik.
Video itu menampilkan adegan threesome antara wanita dewasa dan dua bocah laki-laki.
Persetubuhan mereka dilakukan dalam sebuah hotel di Bandung.
Awalnya ajakan persetubuhan itu sempat ditolak oleh anak kecil itu.
Lantas, bagaimanakah perkembangan mental kedua anak kecil tersebut kedepannya atas eksploitasi seksual seperti ini?
Dilansir pada Chicago Tribune, Allan Bruckheim, seorang praktisi dokter dari Chicago AS mengatakan:
"Jika eksploitasi masa kecil seperti masturbasi atau hubungan seksual terasa menyenangkan, maka seharusnya tidak akan ada efek negatif di kemudian hari."
Sebaliknya, jika eksploitasi berjalan mengerikan maka ingatan itu dapat merusak perkembangan anak.
Seorang anak di bawah umur yang mengalami eksploitasi dan paksaan seksual seperti inses atau pemerkosaan, akan menyebabkan disfungsi seksual di kemudian hari.
Perkembangan seksual yang seharusnya berjalan normal akan tertahan karena perasaan malu, cemas,rasa bersalah dan penyesalan.
Seks dini juga bisa menyebabkan masalah medis di kemudian hari.
Terutama untuk perempuan yang aktif secara seksual sejak dini akan memiliki kecenderungan terkena kanker rahim lebih besar daripada yang tidak.
Jika Anda alah seorang remaja yang berpikir untuk terlibat dalam hubungan seksual, maka pikirkanlah lagi secara bulat.

(Intisari-Online.com)

PENERIMAAN CPNS BENTAR LAGI, SIAP-SIAP DAFTAR


Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur, mengatakan saat ini pihaknya tengah menghitung jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa pensiun.
Ia menyebut jumlah ASN yang pensiun di seluruh penjuru Indonesia sekira 200 ribuan orang.
"Saya sekarang sedang menghitung jumlah pensiun dari total ASN, kurang lebih 200 ribu lebih (di seluruh Indonesia)," ujar Asman, saat ditemui di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (27/12/2017).

Asman mengaku kementeriannya nantinya akan merekrut separuh dari jumlah ASN yang pensiun, yakni sekira 100 ribuan CPNS akan kembali dibuka, termasuk CPNS yang dibutuhkan Pemerintah Daerah (Pemda).
"Kita berharap tahun 2018 (kami) akan menerima minimum 50 persennya (ASN baru), artinya lebih kurang 100 ribu lebih akan kita terima jadi PNS, termasuk Pemerintah Daerah," jelas Asman.
Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD DKI Jakarta 2017-2022 yang digelar di Balai Kota DKI, ia telah menyampaikan kepada Gubernur DKI Anies Baswedan untuk segera menyusun rencana penerimaan CPNS.
Tentunya kualifikasi CPNS tersebut harus benar-benar memenuhi kebutuhan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Tadi saya sampaikan kepada Pemda DKI agar menyusun rencana penerimaan PNS yang betul-betul dibutuhkan," kata Asman.
Lebih lanjut Asman menegaskan, agar Pemprov DKI lebih mengutamakan tenaga kesehatan dan pendidikan.
"Tolong diutamakan untuk tenaga kesehatan dan pendidikan, khususnya Dokter, Bidan dan Guru," tegas Asman. (Fitri Wulandari)

intisari-online.com
Artikel ini pernah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Ribuan ASN Bakal Pensiun, Menpan RB Akan Kembali Rekrut CPNS."

MAU BERALIH PROFESI?.....GK MASALAH, MANA TAU YANG BARU MALAH LEBIH JAUH BERHASIL DAN BERKAH.......


Beralih profesi sering terasa berat, sama beratnya dengan memiliki banyak profesi.
Padahal, profesi sebetulnya hanyalah sebuah peran, seperti halnya peran-peran kita dalam kehidupan sehari-hari.
Seseorang bisa saja memiliki banyak peran sebagai anak/orangtua, adik/kakak, suami/istri, dsb.
Hanya saja, dalam alih profesi, orang terkadang miscasting.
Dalam kondisi ini, yang salah bukan profesinya, melainkan orangnya.
Apabila seseorang sudah mengetahui siapa dirinya, ia dapat memilih cast yang sesuai dengan dirinya, yang menonjolkan kekuatannya, dan bisa mengeluarkan sisi terbaiknya.
Untuk mengetahui siapa diri kita, ya tanya saja kepada diri sendiri. Tidak perlu bertanya pada orang lain.
Namun, masih banyak orang yang sulit jujur pada diri sendiri. Hal ini disebabkan banyaknya lambang dan nilai dari luar yang seolah-olah menjadi pengatur dirinya. Seperti kalimat “bahaya apabila alih profesi.”
Padahal, daripada cuma terus dipikirkan, kenapa tidak langsung dicoba saja. Tidak perlu takut.
Yang membedakan pemberani dan penakut hanya action. Yang dihadapi dan dirasakan oleh penakut dan pemberani mungkin sama saja.
Bedanya, seorang pemberani melakukan apa yang tidak dilakukan  oleh penakut.
Tentu saja yang dimaksud “mencoba” di sini bukanlah mencoba sesuatu yang gegabah, melainkan sesuatu yang taktis.
Terdapat mekanisme yang make sense dari proses alih profesi. Sekali lagi, make sense.
Bukan mekanisme yang pasti ataupun yang baku.
Dari grafik, kita bisa melihat adanya ‘profesi’ dan ‘lahan/obyek’.
undefined
Mekanisme alih profesi.

Namun, perpindahan keduanya dari yang lama ke yang baru tidak dapat dilakukan bersamaan.
Harus dipilih salah satu lebih dahulu. Artinya, kita harus mengubah profesi lebih dulu atau mengubah lahan/obyeknya lebih dulu.
Ambil contoh auditor yang ingin alih profesi menjadi fotografer. Sebelumnya dia harus memastikan bahwa alih profesi itu bukan sekadar ingin, tapi panggilan hati.
Tentu saja dia tidak bisa dengan serta-merta beralih menjadi fotografer profesional. Siapa yang akan percaya bahwa dia jago memotret?
Agar alih profesi berjalan mulus, dia perlu mendekatkan diri dengan objek fotografi (yang menjadi ‘lahan/objek baru’).
Dia harus berada di lingkungan fotografer, bertemu model, memahami alat-alat fotografi, dsb.
Intinya, membuat dirinya lebih sering berada di lingkungan fotografi.
Untuk seorang auditor, bisa saja dia menjadi auditor yang khusus membantu para fotografer. Tidak lagi berurusan dengan BUMN, misalnya.
Cara yang kedua, mengganti profesi terlebih dahulu. Si auditor bisa saja mulai menjadi fotografer khusus untuk para auditor, yang tidak lain adalah teman-temannya.
Dia tetap berada di lingkungan auditor tapi berprofesi sebagai fotografer.
Mengubah profesi dan lahan/objek secara bersamaan sebetulnya bukanlah hal yang tidak mungkin.
Namun, pilihannya terlalu impulsif. Jadi, tidak direkomendasikan sebab tidak make sense.
Sekali lagi, bukan dilarang atau diharamkan, karena memang tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.
Jadi, apakah Anda berminat alih profesi? Atau ingin setia dengan profesi yang sekarang?
Itu terserah Anda. It’s not a big deal!

intisari-online.com 

(Seperti pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Februari 2012)

Monday, November 2, 2015

dikejar deadline?? ,... TRIK BERFIKIR LEBIH JERNIH DAN POSITIF HANYA DALAM 2 MENIT

Image result for Orang kerja
Saat Anda dikejar deadline, masalah-masalah yang tak ada habisnya, atau terjebak dalam situasi sulit, menenangkan pikiran adalah langkah pertama dan terpenting untuk bisa mengambil kendali.
Ada sebuah teknik yang dipercaya bisa membantu Anda merasa jauh lebih rileks, sehingga dapat berpikir jernih di tengah kekacauan itu, yaitu ambillah napas panjang lalu hembuskan.
Mungkin terdengar klise, sebab Anda tak benar-benar merasakan efeknya selama ini. Namun menurut Andrew Weil, MD, pendiri dan direktur Arizona Center for Integrative Medicine, menarik napas panjang dengan tepat sangat ampuh untuk menurunkan tekanan darah dan detak jantung, membuat suasana hati jauh lebih tenang, sehingga bisa membantu Anda berpikir lebih jernih dan positif hanya dalam 2 menit. “Bila Anda tak merasakan manfaatnya, mungkin Anda salah melakukannya.”
Andrew menyarankan Anda untuk melakukan teknik pernafasan “4-7-8”. Caranya, tutup mulut Anda dan tarik napas melalui hidung selama 4 hitungan. Lalu tahan napas selama 7 hitungan. Kemudian buang napas selama 8 hitungan. Ulangi kegiatan ini setidaknya 3 kali, bila memungkinkan tutuplah mata Anda untuk bisa merasakan ketenangan lebih.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Christina Vestergaard, MD, MPH, pulmonologist di Massachusetts General Hospital. Menurutnya, mengambil napas secara penuh mampu menekan syaraf-syaraf yang berhubungan dengan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, sehingga dapat membantu tubuh untuk merasa lebih rileks.
Di samping, membuat seseorang fokus ke dirinya sendiri dan mampu melupakan hal-hal di sekitar dalam sejenak. Sehingga, otak memiliki kesempatan untuk beristirahat.
Tak hanya saat mengambil napas, menahan napas pun mampu memberikan sensasi santai bagi tubuh. Saat Anda menahan napas, tubuh akan meningkatkan karbon dioksida dalam aliran darah yang mampu merenggangkan pembuluh darah. Sehingga, Anda bisa terhindar dari kasus kepala pusing saat banyak pikiran.
Bahkan, banyak orang yang tak sadar kalau mereka sering menahan napas kala menonton adegan paling seru di film favorit. Itu bisa menjadi cara untuk membantu otak dalam mengurangi stres.


(kompas.com)(Intisari-Onlie.com)

Pekerjaan yang kebanyakan Nikah karena Cinlok Seprofesi


Sebuah studi baru menunjukkan bahwa pembauran antara pekerjaan dan percintaan bukanlah hal yang mustahil. Salah satunya dengan menjalin asmara dengan rekan kerja, tentunya di jenis pekerjaan tertentu yang memungkinkan karyawannya menikah dengan rekan seprofesi.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa pembauran antara pekerjaan dan percintaan bukanlah hal yang mustahil. Salah satunya dengan menjalin asmara dengan rekan kerja, tentunya di jenis pekerjaan tertentu yang memungkinkan karyawannya menikah dengan rekan seprofesi.
Priceonomics, sebuah perusahaan analisis data berbasis di San Francisco, menganalisis data dari Biro Sensus Amerika Serikat untuk menentukan profesi yang lebih mungkin untuk membuat pernikahan sesama profesi.
Data dari 40 juta pasangan menikah tersebut menunjukkan bahwa "pengacara, petani dan mereka yang bekerja di bidang pendidikan yang paling mungkin untuk menikah dengan rekan seprofesi," tutur Dan Kopf dari Priceonomics. Sedangkan "penambang, pekerja konstruksi dan orang-orang di bidang keuangan" adalah yang paling tidak mungkin untuk menikah dengan rekan seprofesi.
Mengapa bisa demikian? The Washington Post mengatakan ada hubungannya dengan keragaman dalam profesi tertentu, yang terkait dengan geografi dan rasio jenis kelamin. Misalnya, orang di peternakan, perikanan, dan kehutanan paling mungkin untuk menikah dengan orang dari pekerjaan yang sama karena "ini adalah industri yang berpusat di masyarakat pedesaan, di mana ada campuran kurang beragam dari pekerjaan. "
Demikian juga, profesional yang memegang pekerjaan di industri yang lebih bias gender (misalnya konstruksi untuk pria, perawatan pribadi dan penampilan untuk wanita) yang menyulitkan untuk menemukan lawan jenis dalam industri mereka.
Industri yang memiliki jender yang lebih seimbang cenderung berada di posisi teratas dalam daftar pekerjaan yang memungkinkan pernikahan antar rekan seprofesi. Sebagai contoh, rasio jenis kelamin untuk pekerjaan penjualan (ketiga dari daftar di atas) hampir 50/50 untuk pria dan wanita, yang membuat pertemuan sebuah pasangan lawan jenis dengan pekerjaan yang sama lebih mungkin.
(payscale.com)(Intisari-Online.com)

ANAK ANDA JADIKAN TANGISAN SEBAGAI SENJATA MEMINTA SESUATU????,.......INI SOLUSINYA

Image result for anak manja
Menghadapi anak yang suka mengamuk dan menangis di depan umum, memang butuh kesabaran lebih, tapi para ibu harus cerdas dalam mengambil langkah paling bijak.
Beberapa orangtua mengambil jalan singkat dengan memberikan mainan atau gadget agar anak diam. Padahal, cara tersebut justru membuat anak menjadikan tangisan sebagai senjata mendapatkan hal yang diinginkan.
Jadi, para ibu disarankan agar jangan terbiasa melakukan hal yang demikian. Berikut ini kami uraikan beberapa cara terbaik untuk menenangkan saat anak sedang menangis dan mengamuk.

1. Biarkan anak menangis dan berbicara
Biarkan anak Anda menjelaskan alasan apa yang membuatnya menangis. Sebagai orang tua, penting mengetahui apa yang membuat anak Anda menjadi mudah emosional.
2. Dengarkan secara seksama
Jadilah pendengar yang baik saat anak bercerita mengenai hal yang membuatnya menangis, jangan memotong pembicarannya, meski Anda mungkin tak sabar mendengar kalimat si kecil yang kurang jelas.
Percayalah, mainan dan gadget tidak akan meredam emosi anak. Sebab, sebenarnya yang dibutuhkan anak adalah kehadiran orangtua dan komunikasi dua arah yang baik.
3. Hibur sang anak
Setelah mengetahui apa alasan anak menangis, hiburlah anak dengan memeluk atau membelai rambutnya. Hal ini dilakukan guna meredakan tangisan sang anak.
4. Berikan saran
Setelah mendengar dan memahami alasan si kecil menangis, ibu dan ayah biasakan diri untuk menenangkan sembari memberi jalan keluar untuk anak, bila nanti dia menghadapi hal yang membuatnya kesal di waktu mendatang.
(Silvita Agmasari/kompas.com) (Intisari-Online.com)

KEMACETAN DI NEGARA PRODUSEN MOBIL VS DI NEGARA KONSUMEN MOBIL























Agung Budi Santoso/tribunnews.com

Dengan padanya penduduk, Jepang juga harus mengalami macet, seperti halnya di Indonesia, khususnya Jakarta. Namun, ada beberapa situasi yang berbeda antara kemacetan di negara produsen kendaraan bermotor tersebut dengan di Indonesia yang tidak lain merupakan negara konsumen kendaraan bermotor.

Dengan padanya penduduk, Jepang juga harus mengalami macet, seperti halnya di Indonesia, khususnya Jakarta. Namun, ada beberapa situasi yang berbeda antara kemacetan di negara produsen kendaraan bermotor tersebut dengan di Indonesia yang tidak lain merupakan negara konsumen kendaraan bermotor.
Pada jam-jam tertentu, khususnya jam kerja dan jam sekolah, kota-kota di Jepang, khususnya Osaka, Nagoya dan Tokyo juga tak luput dari kemacetan di jalanan. Tapi, kemacetan jalanan di Jepang, amat beda jauh situasinya dibanding di Jakarta.
Kemacetan di jalanan Jakarta, selain karena padatnya kendaraan, juga tak disiplinnya pengemudi yang main serobot jalur pengemudi lain.
Sementara di Nagoya dan Tokyo, macet terjadi justru karena terlalu rapi dan tertibnya orang mengemudi.
Pengamatan Tribunnews.com yang berkesempatan ke Osaka, Nagoya hingga Tokyo atas undangan PT Toyota Astra Motor, jalanan di kota-kota Jepang sebenarnya sudah lebar-lebar.
Bahkan lebih lebar dari Jakarta. Volume kendaraan juga tidak sepadat di Jakarta.
Seandainya mobil-mobil di Jepang main serobot-serobot jalur orang seperti di Jakarta, bebaslah Osaka, Nagoya dan Tokyo dari kemacetan.
Sementara yang terjadi, mobil-mobil melaju begitu rapi berbaris, mengular panjang, nyaris tak ada yang menyalip.
"Jadi kadang, saking rapi dan tertibnya orang menyetir mobil di Jepang, itu sebenarnya, di satu sisi bagus, di sisi lain jadi masalah juga," kata Triyana Suharna, seorang pemandu wisata asal Indonesia yang sudah menetap di Jepang sejak 1999.
Triyana juga tak habis, bagaimana Jepang bisa tercipta kultur mengemudi yang sangat tertib dan rapi, biarpun tak setiap tempat ada polisi di pinggir jalan.
Perbedaan lain, macet di Jakarta membuat stres karena seringnya orang membunyikan klakson kalau sudah stres dengan lamanya macet.
Sementara di Jepang, tabu membunyikan klakson di kala macet, karena orang Jepang tak mau mengusik ketenangan pengemudi lain.
Macet tetap dinikmati, dirasakan, tanpa teriak-teriak pada pengemudi di depannya.
(Agung Budi Santoso/tribunnews.com)(Intisari-Online.com)